ST. Putra Dharma Cesana Usung Tema “Sangku Sudamala” dalam Penilaian Ogoh-Ogoh Kasanga Fest Denpasar

Berita11 Dilihat
banner 468x60

Suasana penilaian ogoh-ogoh Kota Denpasar dalam rangkaian Kasanga Fest berlangsung meriah di Banjar Tegal Langon, Denpasar Barat, pada Rabu (25/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan menjelang Hari Raya Nyepi yang tidak hanya menampilkan kreativitas seni rupa tradisional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya Bali di tengah masyarakat. Warga banjar tampak antusias menyaksikan proses penilaian yang melibatkan berbagai elemen penunjang, mulai dari struktur ogoh-ogoh, estetika visual, hingga makna filosofis yang diangkat dalam setiap karya yang ditampilkan oleh para sekaa teruna.

Pada pelaksanaan tahun ini, Sekaa Teruna (ST) Putra Dharma Cesana turut ambil bagian dengan mengusung tema “Sangku Sudamala”. Tema tersebut diangkat sebagai representasi nilai penyucian diri dalam ajaran spiritual Hindu Bali, yang dimaknai sebagai proses pembersihan dari unsur-unsur negatif dalam kehidupan manusia. Melalui interpretasi visual dalam bentuk ogoh-ogoh, ST. Putra Dharma Cesana berupaya menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya keseimbangan antara aspek sekala dan niskala dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial di era modern.

banner 336x280

Karya ogoh-ogoh bertema “Sangku Sudamala” ini dirancang dengan pendekatan konseptual yang menggabungkan elemen tradisional dan sentuhan artistik kontemporer. Detail ornamen, pemilihan warna, serta komposisi bentuk menjadi perhatian utama dalam proses perancangan guna menghasilkan visualisasi yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki kedalaman makna. Selain itu, penggunaan material serta teknik konstruksi yang inovatif turut menjadi bagian dari strategi kreatif dalam menciptakan struktur ogoh-ogoh yang kokoh dan proporsional selama proses penilaian berlangsung.

Penilaian ogoh-ogoh dalam Kasanga Fest sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semangat kolaboratif di kalangan sekaa teruna dalam menciptakan karya seni berbasis nilai-nilai tradisi yang relevan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, penilaian ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang memperkenalkan kembali filosofi di balik tradisi ogoh-ogoh kepada masyarakat luas.

Melalui partisipasi ST. Putra Dharma Cesana dengan tema “Sangku Sudamala”, diharapkan pesan tentang pentingnya proses penyucian diri dan harmonisasi kehidupan dapat tersampaikan kepada publik. Momentum Kasanga Fest menjadi refleksi bersama bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni pertunjukan, melainkan simbol perjalanan spiritual masyarakat Bali dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai ketuhanan. Dengan demikian, tradisi ini terus hidup sebagai bagian integral dari identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *